Hitstat

01 February 2017

Yudas - Minggu 2 Rabu



Pembacaan Alkitab: Yud. 22-25
Doa baca: Yud. 24
Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu tanpa bernoda dan dengan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya.


Yudas berkata bahwa berdoa dalam Roh Kudus, memelihara diri kita dalam kasih Bapa, dan menantikan rahmat Tuhan menghasilkan kenikmatan hayat kekal pada saat ini. Di dalam kita sudah ada hayat kekal. Namun, jika kita tidak berdoa dalam Roh Kudus, dan tidak memelihara diri kita tetap dalam kasih Bapa, dan tidak menantikan rahmat Tuhan, kita tidak akan menikmati hayat kekal ini. Tetapi bila kita melakukan semua hal tersebut, hayat kekal di dalam kita menjadi kenikmatan kita.

Tidak hanya demikian, walaupun kita memiliki hayat kekal, kapasitas hayat kita ini mungkin agak terbatas. Tetapi jika kita berdoa dalam Roh itu, memelihara diri kita dalam kasih Bapa, dan menantikan rahmat Putra, hayat kekal di dalam kita akan bertumbuh besar. Karena itu, “untuk hayat yang kekal” bukan hanya berarti sampai kepada kenikmatan hayat kekal, melainkan juga sampai kepada pertumbuhan, peningkatan kapasitas dari hayat kekal itu. Mengalami hal itu adalah hidup di dalam Allah Tritunggal.

Dalam ayat 22-23 Yudas menunjukkan lebih lanjut bahwa karena kita hidup di dalam Allah Tritunggal, kita perlu memperhatikan dan merawat orang lain dengan belas kasihan dan rasa takut. Ketika kita hidup di dalam Allah Tritunggal, kita akan memiliki rasa prihatin yang sungguh-sungguh terhadap orang lain. Kita akan memperhatikan orang-orang yang lebih muda dan lebih lemah, juga orang-orang yang ragu-ragu. Tetapi jika kita tidak hidup di dalam Allah Tritunggal, kita tidak akan memiliki perhatian yang demikian terhadap orang-orang yang lemah.

Dalam ayat 23 Yudas meminta kita untuk menunjukkan belas kasihan yang disertai ketakutan, membenci pakaian-pakaian yang dicemarkan oleh daging (dosa, LAI). Di satu pihak kita berbelas kasihan kepada orang lain, di pihak lain kita harus takut terhadap bahaya penularan dosa, membenci hal-hal yang dicemarkan oleh nafsu daging.

Sewaktu kita berbelas kasihan kepada orang lain, kita perlu mempunyai rasa takut terpengaruh oleh mereka. Hal-hal kedosaan itu mudah menular. Jika kita tidak disertai rasa takut sewaktu menunjukkan belas kasihan kepada mereka, kita bisa dicemari “kuman-kuman” mereka. Misalnya, Anda ingin membantu seseorang yang terlibat dalam pekerjaan yang najis dan bersifat duniawi. Jika Anda tidak berhati-hati, bukan Anda yang menolong orang itu, sebaliknya Anda sendiri yang tercemar dan akhirnya bersatu dengannya melakukan pekerjaan itu. Karena itu, agar kita tidak tercemar, kita perlu menunjukkan belas kasihan kepada orang lain dengan disertai rasa takut.

Ayat 24-25 merupakan penutup dari Surat Kiriman ini. Dalam pujian penutup ini, penulis surat ini menunjukkan dengan jelas bahwa meskipun dia telah menasihati kaum beriman untuk berusaha dalam hal-hal yang disebutkan dalam ayat 20-23, hanya Allah, Juruselamat kita, yang berkuasa menjaga mereka dari tersandung dan menempatkan mereka di hadapan kemuliaan-Nya tanpa noda dalam kegembiraan. Kemuliaan di sini adalah kemuliaan Allah kita yang agung dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, yang akan ternyata pada saat Dia menyatakan diri-Nya (Tit. 2:13; 1 Ptr. 4:13) dan yang di dalamnya Dia akan datang (Luk. 9:26).


Sumber: Pelajaran-Hayat Yudas, Berita 3

No comments: