27 June 2017

Wahyu - Minggu 21 Selasa



Pembacaan Alkitab: Dan. 7:7, 19-26; 8:8-9
Doa baca: Dan. 8:9
Maka dari salah satu tanduk itu muncul suatu tanduk kecil, yang menjadi sangat besar ke arah selatan, ke arah timur dan ke arah Tanah Permai.


Binatang keempat memiliki sebuah tanduk kecil, yaitu Antikristus yang muncul di antara kesepuluh tanduknya (Dan. 7:8, 20, 24-26). Antikristus akan muncul dari salah satu tanduk di antara kesepuluh tanduk itu. Tanduk kecil itu mempunyai mata seperti mata manusia (Dan. 7:8, 20). Mata di sini melambangkan wawasan atau pengertian. Tanduk itu mempunyai mata seperti mata manusia menunjukkan bahwa Antikristus memiliki kepandaian yang cemerlang. Ia akan menjadi manusia yang penuh dengan pengetahuan dan juga memiliki wawasan atau pengertian yang luar biasa. Ia memahami pengetahuan politik juga mengenal baik semua pengetahuan modern. Perhatikanlah hal ini sewaktu Anda mengamati situasi dunia dan membaca surat kabar. Tidak lama lagi, orang seperti ini akan muncul.

Daniel 7:25 mengatakan bahwa tanduk kecil itu "akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi". Antikristus akan menaruh kaum saleh ke bawah tangannya dan terus-menerus menganiaya mereka. Mengalami penderitaan seperti itu jauh lebih sengsara daripada dihukum mati secara cepat. Janganlah menunggu untuk mengalami hal itu. Berdoalah, agar Anda luput dari aniaya itu. Daniel 7:25 juga menerangkan bahwa tanduk kecil ini akan "berusaha untuk mengubah waktu dan hukum". Pengubahan terhadap waktu dan hukum menunjukkan diubahnya ketetapan hari-hari raya bani Israel. Karena hari-hari raya itu menyangkut perihal penyembahan terhadap Allah, dan karena Antikristus akan menentang setiap agama, maka ia akan menghapuskan semua hari raya dan mengubah semua hukum. Karena itu, Antikristus yang menggantikan agama Yahudi, menghapuskan berbagai hari raya, dan mengubah hukum-hukum yang telah mereka terima dari Allah melalui nenek moyang mereka.

Sekarang mari kita melihat Daniel 8. Di sana kita melihat sebuah tanduk kecil (ayat 8-12, 21-25). Antikristus adalah binatang keempat dalam Daniel 7, juga tanduk kecil yang diwahyukan dalam Daniel 8. (Tanduk kecil ini mengacu kepada Raja Siria Antiochus Epiphones, tahun 170 SM sampai 168 SM, yang menyerang Yerusalem dan menjarah Bait Allah; dia adalah lambang dari Antikristus yang akan datang). Wahyu dalam Daniel 8 terutama mewahyukan dua hal: domba jantan yang melambangkan orang-orang Persia dan kambing jantan yang melambangkan orang-orang Yunani. Dalam kitabnya tentang nubuat-nubuat besar, G. H. Pember mengatakan bahwa sepanjang zaman Persia kuno, terutama di ibu kotanya, banyak ditemukan tanda gambar domba jantan. Demikian pula, pada zaman Yunani kuno, ditemukan banyak tanda gambar berbentuk kambing jantan. Alkitab menggunakan domba jantan untuk melambangkan orang-orang Persia dan kambing jantan untuk melambangkan orang-orang Yunani. Kambing jantan dalam pasal ini ditujukan kepada Aleksander Agung. Aleksander berkuasa kira-kira dua belas tahun dan mati mendadak pada usia tiga puluhan. Kekuatannya tidak seperti seekor domba jantan, melainkan seperti seekor kambing jantan. Sejarah memberi tahu kita, ketika Aleksander Agung datang ke Makedonia, ia mengenakan sebuah mahkota dari tanduk kambing.


Sumber: Pelajaran-Hayat Wahyu, Buku 3, Berita 40

26 June 2017

Wahyu - Minggu 21 Senin



Pembacaan Alkitab: Why. 13:1; Dan. 7:7, 19-20, 23-24
Doa baca: Why. 13:1
Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.


Banyak orang agak akrab dengan nubuat-nubuat dalam Kitab Daniel. Dalam berita-berita ini kita perlu memperhatikan empat pasal dalam Kitab Daniel: pasal 2, mengisahkan mimpi Nebukadnezar; pasal 7, wahyu tentang empat binatang yang berasal dari laut; pasal 8, domba jantan dan kambing jantan yang sedang berkelahi, saling menyerang; dan pasal 11, tentang raja negeri utara dan raja negeri selatan. Dalam pasal 8 sebuah tanduk kecil muncul dari antara keempat tanduk kambing itu, dan dalam pasal 11 sesuatu juga muncul dari raja negeri utara. Keduanya sama.

Patung besar dalam pasal 2 terdiri dari empat bagian: bagian kepala, bagian dada dan lengan, bagian perut dan paha, serta bagian kaki (termasuk kesepuluh jari kakinya). Bagian keempat terlebih dulu terbagi menjadi kedua kaki, kemudian menjadi kesepuluh jari kakinya. Zaman sejarah yang ditunjukkan oleh ketiga bagian pertama dari patung itu dan kedua kakinya telah digenapi, namun kesepuluh jari kaki masih belum digenapi. Keempat binatang dalam pasal 7 sama dengan keempat bagian patung besar dalam pasal 2. Binatang pertama dapat disamakan dengan kepala, binatang kedua sama dengan dada dan lengan, binatang ketiga sama dengan perut dan paha, dan binatang keempat sama dengan kaki dengan jari-jarinya. Terakhir, menurut visi dalam pasal 7, binatang keempat memiliki sepuluh tanduk. Kesepuluh tanduk dari binatang keempat ini sesungguhnya adalah kesepuluh jari-jari kaki dari bagian keempat patung besar itu.

Keempat binatang dalam pasal 7 sama dengan keempat bagian patung besar dalam pasal 2. Domba jantan dan kambing jantan dalam pasal 8 sama dengan binatang kedua dan ketiga dalam pasal 7. Raja negeri utara dalam pasal 11 berasal dari salah satu dari keempat tanduk kambing jantan dalam pasal 8. Terakhir, raja negeri utara akan menjadi bayang-bayang, lambang, dari Antikristus, yaitu tanduk kecil yang tercantum dalam pasal 8.

Binatang yang muncul dari dalam laut pada Wahyu 13:1 merupakan bagian yang terakhir dan yang paling penting dari binatang keempat dalam Kitab Daniel (Dan. 7:7-8, 19-26). Baik dalam Kitab Daniel maupun dalam Kitab Wahyu, binatang yang keluar dari laut bukan saja ditujukan kepada Kekaisaran Romawi, bahkan khususnya ditujukan kepada Antikristus. Karena itu, Antikristus adalah binatang yang keluar dari laut, binatang keempat dalam Kitab Daniel 7.

Binatang itu menakutkan dan mengerikan (Dan. 7:7, 19). Pada waktu yang silam, Kekaisaran Romawi melakukan perkara-perkara yang menakutkan dan mengerikan. Kelak, Antikristus juga akan melakukan perkara-perkara yang mengerikan dalam membinasakan manusia. Keduanya kejam dan mengerikan. Daniel 7:7 menunjukkan bahwa binatang itu "sangat kuat". Kekaisaran Romawi adalah kuasa kafir yang paling kuat dalam sejarah, dan Antikristus juga luar biasa kuatnya, kuat dalam kuasa Iblis. Kalau Kekaisaran Romawi mengalahkan semua kekuatan dan kekuasaan yang ada di sekitarnya, maka Antikristus akan menundukkan dan menaklukkan semua kuasa yang ada di sekitar Laut Tengah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Wahyu, Buku 3, Berita 40

24 June 2017

Wahyu - Minggu 20 Sabtu



Pembacaan Alkitab: Why. 12:1-17
Doa baca: Why. 12:9
Naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.


Mungkin Anda adalah salah satu dari umat Allah, tetapi kunci permasalahannya ialah apakah Anda berdiri pada kedudukan sebagai umat Allah atau tidak. Baiklah sekali lagi kita gunakan gambaran tentang bangsa Yahudi hari ini. Di bumi ini mungkin ada 13-14 juta orang Yahudi, tetapi yang benar-benar sebagai bangsa Israel kurang lebih hanya 3 juta saja. Bukankah berjuta-juta orang Yahudi yang ada di kota New York adalah orang Yahudi asli? Ya. Namun, meskipun mereka itu orang-orang Yahudi asli dan jumlah mereka itu lebih besar daripada jumlah yang ada di Israel sendiri, mereka itu bukan bangsa Israel. Sesungguhnya, bangsa Israel hanya terdiri dari orang-orang Yahudi yang telah kembali. Dari 13-14 juta orang Yahudi, sekitar 11 juta orang Yahudi tidak memiliki kedudukan sebagai bangsa Israel. Akibatnya, meskipun mereka itu orang Israel asli, namun mereka bukan bangsa Israel. Orang-orang Israel yang kembali ke tanah nenek moyang mereka serta berkedudukan, hidup, dan berperang di sana sajalah yang disebut bangsa Israel. Demikian juga, semua orang Kristen adalah umat Allah, tetapi kebanyakan di antara mereka itu tidak memiliki kedudukan sebagai umat Allah.

Saya ulangi, jika kita ingin memahami Alkitab, terutama kitab-kitab nubuat, kita harus memahaminya berdasarkan hayat dan untuk hayat. Penafsiran yang Tuhan berikan kepada kita bukan hanya demi hayat dan dengan hayat, melainkan jauh lebih dari itu, untuk hayat. Kita semua harus dengan riil dan praktis menjadi bagian dari perempuan itu. Jika Anda hanya bisa berkata, "Aku telah ditebus oleh darah, dilahirkan kembali oleh Roh Kudus, dan dipenuhi dengan Roh Kudus!", Anda memang adalah seorang Kristen -- terima kasih kepada Tuhan atas hal ini -- namun Anda masih belum secara riil dan praktis menjadi bagian dari perempuan yang melahirkan anak laki-laki. Anda seperti orang-orang Yahudi yang tinggal di kota New York yang menyatakan bahwa mereka adalah orang-orang Yahudi dan bagi bangsa Israel. Mereka adalah orang-orang Yahudi, namun mereka tidak bisa menyebut diri mereka itu bangsa Israel. Mereka menunjang bangsa Israel dan mereka juga untuk bangsa Israel, namun secara praktisnya, mereka bukan bangsa Israel. Demikian juga hari ini, bukan anak-anak Allah yang terserak-serak itu yang telah kehilangan kedudukannya, yang akan melahirkan anak laki-laki. Hanya bagian dari umat tebusan Allah yang nampak ekonomi-Nya dan yang mau kembali kepada kedudukan sebagai perempuan suci, itulah yang akan melahirkan anak laki-laki.

Jika kita ingin secara praktis berbagian dalam perempuan suci itu, kita harus meninggalkan segala perkara yang bukan Allah dan Kristus, dan kembali ke kedudukan satu-satunya, dengan Kristus sebagai suami kita satu-satunya. Kita tidak mau disarati dengan perkara apa saja yang bukan Kristus. Kita hanya akan hamil oleh Kristus, karena Dia adalah suami kita satu-satunya. Selain Dia, kita tidak memiliki siapa atau apa. Kiranya Tuhan merahmati kita. Semua perkara ini bukan doktrin, melainkan sangat praktis. Kita bersyukur kepada Tuhan karena Ia telah membukakan firman-Nya kepada kita, juga telah membuka mata kita untuk melihat visi ini. Sekarang yang kita perlukan ialah setia kepada visi ini. "O, Tuhan, kami bersyukur karena Engkau membawa kami kembali ke kedudukan yang tepat sebagai umat-Mu. Terima kasih ya Tuhan, karena kami benar-benar adalah perempuan yang akan melahirkan anak laki-laki. Tuhan, kami bukan hanya perempuan itu, kami juga berharap akhirnya menjadi anak laki-laki itu."


Sumber: Pelajaran-Hayat Wahyu, Buku 3, Berita 39