Hitstat

19 August 2017

Wahyu - Minggu 28 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Why. 19:11-21
Doa baca: Why. 19:20
Binatang itu pun tertangkap dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya sehingga menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala dengan belerang.


Tuhan tidak saja akan memukul segala bangsa, Ia pun akan menggembalakan mereka dengan gada besi (ayat 15). Menggembalakan di sini berarti mengatur. Gada besi melambangkan kekuatan yang besar. Mula-mula Kristus dengan firman penghakiman-Nya akan memukul bangsa-bangsa, kemudian dengan kekuatan yang besar, Dia akan menggembalakan orang-orang yang masih tertinggal. Dia memerintah dengan kekuatan yang besar, itulah penggembalaan-Nya. Dia akan mengatur bangsa-bangsa melalui menggembalakan mereka. Hari ini, para penatua menggembalakan gereja dengan kasih, bukan dengan gada besi. Tetapi karena semua bangsa masih menyimpan sifat manusia alamiah yang suka memberontak, Tuhan akan menggembalakan mereka selama Kerajaan Seribu Tahun dengan gada besi. Masih adanya sifat pemberontak pada bangsa-bangsa terbukti dari fakta bahwa mereka akan mengikuti Iblis untuk memerangi Kristus pada akhir Kerajaan Seribu Tahun (20:7-9).

Semua pasukan dalam ayat 14 adalah kaum beriman yang terpanggil dan terpilih pada 17:14. Mereka juga adalah mempelai perempuan, juga tamu yang diundang untuk menghadiri pesta nikah Anak Domba (ayat 7-9). Tamu yang diundang dalam pesta nikah itu sama dengan mempelai perempuan. Mempelai perempuan mencakup semua tamu yang diundang dan tamu yang diundang ini terbentuk menjadi mempelai perempuan. Setelah pesta nikah, semua tamu akan menjadi pasukan. Semua pasukan itu memakai lenan halus yang putih bersih. Pakaian kedua dari para pemenang melayakkan mereka menghadiri perjamuan nikah Anak Domba, juga bersama Tuhan berperang melawan musuh. Karena itu, pakaian pesta menjadi pakaian perang. Pakaian kedua adalah Kristus diperhidupkan melalui diri kita, menjadi kebenaran dalam hidup kita sehari-hari. Sampai hari ini kita sedang berperang dengan memakai Kristus sebagai pakaian perang kita. Efesus 6 menunjukkan seluruh perlengkapan senjata Allah adalah Kristus. Lagi pula, pasukan Kristus akan menunggang kuda putih. Kita bukan gerilyawan, kita adalah tentara surgawi yang dibentuk dengan resmi. Haleluya!

Menurut ayat 17-18, ada seorang malaikat berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang tinggi di langit, katanya, "Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar," dan burung-burung itu akan makan daging raja-raja, dan daging semua panglima, dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba, baik yang kecil maupun yang besar. Peperangan Tuhan di Harmagedon akan mempersiapkan perjamuan yang besar bagi semua burung. Perjamuan besar Allah itu berlawanan dengan perjamuan nikah Anak Domba. Perjamuan nikah Anak Domba adalah untuk para pemenang yang telah diundang, sedangkan perjamuan besar Allah untuk burung-burung yang diundang. Meskipun burung-burung itu akan makan daging raja-raja, mereka tidak dapat makan Antikristus dan nabi palsu, karena Antikristus dan nabi palsu akan dilemparkan ke lautan api. Dalam ayat 20 dan 21 kita nampak kekalahan Antikristus dan tentara-tentaranya. Antikristus dan nabi palsu akan menjadi yang pertama dilemparkan ke dalam lautan api. Selebihnya akan dibunuh "dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda" (ayat 21), dan semua burung akan kenyang oleh daging mereka, berpesta besar.



Sumber: Pelajaran-Hayat Wahyu, Buku 4, Berita 55

18 August 2017

Wahyu - Minggu 28 Jumat

Pembacaan Alkitab: Why. 19:11-21
Doa baca: Why. 19:13
Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah.”


Dalam ayat 11, Kristus disebut "Yang Setia dan Yang Benar". Kristus setia terhadap Allah dan terhadap orang-orang yang percaya kepada-Nya. Dalam kesetiaan-Nya, Dia mengalahkan dan membinasakan orang-orang yang menentang Allah dan menganiaya kaum beriman. Ia pun benar atas perihal merampungkan ekonomi Allah, dan atas hal memelihara orang-orang yang percaya kepada-Nya. Dia dapat dipercaya, dan pada diri-Nya tidak ada kepalsuan. Dalam ayat 11 Kristus juga akan menghakimi dan berperang dengan adil. Dia menghakimi melalui berperang. Ketika Kristus menghakimi Antikristus, Antikristus akan memberontak dengan hebat. Sebab itu, Kristus harus berperang, menaklukkan pemberontakan itu dan menghakimi para pemberontak itu dengan adil. Penghakiman yang dilaksanakan-Nya melalui perang itu, tidak hanya adil, juga untuk menegakkan keadilan.

Ayat 12 mengatakan, "Mata-Nya bagaikan nyala api." Ini menunjukkan mata penghakiman Kristus. Dia akan menghakimi menurut apa yang dilihat-Nya. Mata-Nya yang menyala itu akan melaksanakan penghakiman-Nya. Sebagai pejuang, "di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota" (ayat 12). Setiap mahkota merupakan satu kemuliaan. Kristus telah dimahkotai dan dimuliakan. Karena Dia telah dimahkotai dengan berbagai kemuliaan (Ibr. 2:9; 1 Ptr. 1:11), maka Ia mengenakan banyak mahkota. Sebagai Yang menunggang kuda putih, pada-Nya tertulis "suatu nama yang tidak diketahui seorang pun, kecuali Ia sendiri" (ayat 12).

Sebagai Firman Allah, Kristus berbicara bagi Allah tidak hanya dengan menyalurkan hayat-Nya sebagai anugerah kepada umat pilihan Allah dalam Injil Yohanes (Yoh. 1:1, 4, 14), tetapi juga dengan melaksanakan penghakiman Allah atas umat pemberontak di dalam Kitab Wahyu. Bahkan ketika berperang, Tuhan masih berbicara bagi Allah dan mengekspresikan Allah. Peperangan Kristus ialah pengutaraan Firman Allah. Allah itu adil dan berdaulat atas segala. Dia juga Allah yang mempunyai aturan; Dia tidak dapat membiarkan kekacauan dan pemberontakan. Ketika berperang melawan musuh, Kristus akan berkata bahwa Allah itu berdaulat, adil, dan beraturan. Dia akan mengumumkan bahwa Allah adalah Allah yang mengatur setiap orang, Dia tidak dapat membiarkan pemberontakan terhadap kekuasaan-Nya. Karena itu, peperangan-Nya adalah pengutaraan Firman Allah. 

Ayat 15 mengatakan, "Dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa." Pedang yang keluar dari mulut Kristus, yaitu Firman Allah, adalah perkataan yang akan menghakimi para pemberontak (Yoh. 12:48). Ketika Tuhan Yesus datang untuk berperang melawan Antikristus, Dia tidak perlu menggunakan senjata nuklir. Dia cukup mengatakan sepatah kata. Seandainya Dia berkata, "Antikristus, pergilah ke lautan api!" Antikristus segera dilemparkan ke lautan api. Firman Tuhan lebih hebat daripada senjata nuklir. Ketika Tuhan berkata-kata, kita yang mengikuti-Nya akan mengatakan, "Amin." Tuhan berkata, "Antikristus, pergilah ke lautan api!" kita akan mengatakan, "Amin," dan Antikristus dengan segera dilemparkan ke lautan api. Inilah cara Tuhan berperang. Tidak perlu diragukan, Antikristus akan menggunakan senjata yang paling modern, tetapi Kristus akan mengalahkannya dengan pedang yang tajam, yaitu firman yang mahakuasa yang keluar dari mulut-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Wahyu, Buku 4, Berita 55

17 August 2017

Wahyu - Minggu 28 Kamis

Pembacaan Alkitab: Why. 19:11-21
Doa baca: Why. 19:11
Lalu aku melihat surga terbuka: Sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.


Setelah pesta nikah-Nya, Kristus akan datang sebagai Panglima perang dengan mempelai perempuan-Nya, yaitu kaum beriman pemenang yang menjadi pasukan-Nya, berperang melawan Antikristus beserta raja-raja dan pasukan yang ada di bawahnya di Harmagedon (19:11-21). Meskipun pihak ketiga, pelacur besar telah dibinasakan, Tuhan masih mempunyai tiga musuh: Iblis, yaitu naga; Antikristus, yaitu binatang yang keluar dari laut; dan nabi palsu, yaitu binatang yang keluar dari dalam bumi. Ketiganya masih terus menentang Kristus. Atas hasutan Antikristus, manusia bahkan menyatakan perang langsung melawan Tuan di atas segala tuan, dan Raja di atas segala raja. Antikristus, nabi palsu, dan kesepuluh raja dengan pasukannya akan berperang melawan Anak Domba.



Dalam Wahyu 19:11-21 kita nampak Mempelai Laki-laki datang untuk berperang melawan musuh-Nya dengan bantuan mempelai perempuan-Nya. Mempelai Laki-laki itu adalah Panglima tertinggi dan mempelai perempuan adalah pasukan-Nya. Suatu bulan madu yang bagus! Selama bulan madu-Nya, Kristus akan membersihkan alam semesta. Antikristus dan nabi palsu akan dibuang ke dalam lautan api, dan Iblis akan dibelenggu dan dilemparkan ke jurang maut. Saat itu, Kristus akan bersukacita, dan kita, mempelai perempuan-Nya, juga ikut bersukacita menikmati bulan madu yang ajaib sekali bersama Mempelai Laki-laki kita.



Perang Harmagedon akan menyingkirkan semua halangan terhadap Kerajaan Seribu Tahun yang akan datang. Sebelum kita berpesta, kita harus menyapu bersih ruangan pesta. Alam semesta akan menjadi ruangan pesta, dan Kristus dengan mempelai perempuan-Nya akan bekerja bersama menyapu kotoran, yang akan dibuang ke "tempat sampah", yaitu lautan api. Allah menyapu alam semesta mulai dari Kejadian 1. Mula-mula, Allah menyapu kotoran ke dalam samudera raya (Kej. 1:2), sebab saat itu samudera raya adalah "tempat sampah" alam semesta. Akhirnya, semua kotoran akan dimasukkan ke dalam "tempat sampah" yang terakhir, yaitu lautan api. Karena kambing dalam Matius 25:41 mengikuti Iblis, mereka akan dilemparkan ke dalam lautan api yang disediakan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Antikristus, nabi palsu, dan pasukannya akan disapu ke dalam "pengki", lalu dibuang ke dalam lautan api. Setelah Kerajaan Seribu Tahun, Iblis sendiri akan pergi ke sana. Setelah penghakiman di takhta putih besar, semua orang yang tidak percaya yang telah mati juga akan dilemparkan ke lautan api. Sejak saat itu, tidak ada perkara yang kotor (najis) lagi. Di Yerusalem Baru tidak akan ada perkara-perkara yang kotor, yang ada hanya emas, mutiara, dan batu permata. Dalam perang Harmagedon, Tuhan menyapu kotoran ke dalam "tempat sampah" alam semesta. Tuhan akan berkata kepada Antikristus, "Apa yang kamu lakukan di sini? Apakah kamu menyatakan perang terhadap-Ku. Ini memberikan kesempatan bagi-Ku untuk menyapumu bersih. Mempelai perempuan-Ku akan bekerja sama denganKu melakukan hal ini." 



Dalam ayat 11 Kristus, Mempelai Laki-laki sebagai Panglima tertinggi muncul menunggang kuda putih. Kuda pada meterai pertama juga putih warnanya, melambangkan pemberitaan Injil (6:2). Karena itu, Kristus dan Injil menunggang kuda putih. Dalam Kitab Wahyu, warna putih menunjukkan murni, cemerlang, dibenarkan, dan diperkenan; sangat berbeda dengan yang ditunjukkan oleh warna 3 kuda lainnya dalam pasal 6, merah, hitam, dan abu-abu. Sampai hari ini, kita tetap menunggang kuda putih. Pemberitaan Injil kita murni, cemerlang, dibenarkan, dan mutlak diperkenan Tuhan. Ketika berperang melawan musuh-Nya, Kristus akan menunggang kuda ini.




Sumber: Pelajaran-Hayat Wahyu, Buku 4, Berita 55


16 August 2017

Wahyu - Minggu 28 Rabu



Pembacaan Alkitab: Why. 19:1-10
Doa baca: Why. 19:10
Aku pun sujud di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku, “Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudara seimanmu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah Allah! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat.”


Pemerintahan Allah, yaitu kerajaan, berhubungan dengan pernikahan Anak Domba, dan pernikahan Anak Domba adalah hasil dari perampungan ekonomi Perjanjian Baru Allah. Ekonomi Perjanjian Baru Allah adalah mendapatkan satu mempelai perempuan, yakni gereja, bagi Kristus melalui penebusan dan hayat ilahi-Nya. Melalui pekerjaan Roh Kudus yang tidak henti-hentinya dari zaman ke zaman, sasaran ini akan tercapai pada akhir zaman ini. Saat itu mempelai perempuan, yaitu kaum beriman pemenang akan siap sedia, dan Kerajaan Allah akan tiba. Ini sesuai dengan nubuat yang dikatakan Tuhan dalam Matius 26:29.

Pernikahan itu akan mendatangkan pemerintahan Tuhan, kerajaan, karena semua tamu yang diundang untuk menghadiri pernikahan itu adalah mempelai perempuan yang korporat, juga para raja yang memerintah bersama Mempelai Laki-laki. Mempelai Laki-laki yang akan mendapatkan seluruh bumi sebagai kerajaan-Nya, tentu membutuhkan banyak raja untuk meraja bersama-Nya. Semua yang meraja bersama-Nya adalah mempelai perempuan-Nya yang korporat.

Perjamuan nikah Anak Domba di sini adalah pesta nikah dalam Matius 22:2. Inilah pahala yang diberikan kepada kaum beriman pemenang. Bukan semua orang yang beroleh selamat bisa berbagian dalam pesta ini, melainkan hanya para pemenang yang diundang menghadiri perjamuan ini. Lima gadis yang bodoh dalam Matius 25:8-13 kehilangan hal ini. Namun, setelah ditanggulangi Tuhan pada zaman kerajaan, mereka akan berbagian dalam Yerusalem Baru sampai selamanya. Sebab itu, berbahagialah orang yang diundang ke perjamuan nikah Kristus, yang akan membawa kaum beriman pemenang ke dalam kenikmatan atas Kerajaan Seribu Tahun. Kaum beriman pemenang yang diundang ke perjamuan nikah Anak Domba, juga akan menjadi mempelai perempuan Anak Domba. Berkat yang dikatakan dalam ayat 9 adalah berkat berbagian dalam Kerajaan Seribu Tahun.

Ayat 10 menunjukkan bahwa mempelai perempuan, tamu yang diundang, adalah kesaksian Yesus. Meskipun gereja hari ini seharusnya adalah kesaksian Yesus, tetapi di antara kita masih ada orang yang di bawah standar kesaksian Yesus. Namun sampai di ayat 10, para pemenang yang diundang semuanya telah mencapai standar itu. Setelah Tuhan mendapatkan mempelai perempuan-Nya, Dia akan dapat bermegah kepada Iblis dan alam semesta, kata-Nya, "Mempelai perempuan itu adalah kesaksian-Ku."

Ayat 10 mengatakan, "Kesaksian Yesus adalah roh nubuat." Seluruh Kitab Wahyu memiliki satu roh, dan roh ini adalah kesaksian Yesus. Roh nubuat adalah realitas, hakiki, watak, dan ciri khas nubuat. Jadi, kesaksian Yesus ialah realitas, hakiki, watak, dan ciri khas nubuat kitab ini. Hari ini, kesaksian Yesus adalah gereja, tetapi tidak semua anggota gereja telah mencapai standar Tuhan. Karena itu, Tuhan harus menunggu sampai Dia mendapatkan mempelai perempuan, baru dapat mengumumkan kepada Iblis, "Ini adalah kesaksian-Ku, yang lengkap dan sangat sempurna!" Karena itu, mempelai perempuan adalah realitas, hakiki, dan unsur dari nubuat Kitab Wahyu. Kitab ini untuk hidup gereja, untuk mempelai perempuan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Wahyu, Buku 4, Berita 54

15 August 2017

Wahyu - Minggu 28 Selasa



Pembacaan Alkitab: Why. 19:1-10
Doa baca: Why. 19:8
Kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)


Pernikahan Anak Domba akan terjadi setelah pengangkatan sebagian besar orang beriman (1 Tes. 4:15-17). Pengangkatan ada beberapa macam: pengangkatan buah bungar, pengangkatan anak laki-laki, pengangkatan pemenang di atas lautan kaca, pengangkatan dua orang saksi, pengangkatan sebagian besar orang beriman, pengangkatan yang tersisa. Pernikahan Anak Domba akan terjadi setelah pengangkatan tersebut.

Pernikahan Anak Domba juga akan terjadi setelah penghakiman di atas takhta penghakiman Kristus (2 Kor. 5:10). Setelah pengangkatan dan sebelum pernikahan, akan ada penghakiman di takhta penghakiman Kristus untuk memutuskan orang kudus mana yang layak menghadiri pesta nikah. Seandainya Anda memperoleh pahala di depan takhta penghakiman Kristus, Anda akan mempunyai bagian dalam pesta nikah. Kalau Anda tidak mendapat pahala, sebaliknya dicela oleh Tuhan, Anda tidak akan binasa tetapi akan menderita kerugian (1 Kor. 3:15).

Dalam ayat 5-7 tercantum puji-pujian orang banyak. Himpunan besar orang banyak yang telah beroleh selamat bersukacita dan memuji-muji dengan haleluya (ay. 1, 3, 6), dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk hidup juga memuji Allah bersama mereka (ay. 4). Pujian itu seperti desau air bah (ay. 6), terus berlanjut tiada henti; juga seperti deru guruh yang hebat, menyatakan kewibawaan.

Sekarang kita melihat perkara yang amat penting, yaitu kesiapan mempelai perempuan (ay. 7). Kesiapan mempelai perempuan tergantung pada kematangan hayat para pemenang. Selain itu, pemenang bukanlah individu-individu yang terpisah, melainkan pengantin perempuan korporat. Untuk aspek ini, diperlukan pembangunan. Mereka bukan hanya matang atas hayat, lebih-lebih terbangun bersama menjadi satu pengantin perempuan.

Berdasarkan wahyu seluruh Alkitab, kita yang beroleh selamat memerlukan dua pakaian: satu pakaian untuk keselamatan, yang satu lagi untuk pahala kita. Untuk keselamatan kita, kita perlu pakaian untuk menutupi kita. Pakaian ini adalah jubah yang dikenakan pada anak hilang yang diuraikan dalam Lukas 15. Kita semua telah mempunyai jubah ini, pakaian pertama, yaitu Kristus sebagai kebenaran kita, sehingga kita dapat berdiri di depan Allah yang adil. Namun kita masih memerlukan pakaian yang kedua, yaitu pakaian pesta yang dikatakan dalam Matius 22:11-12. Pakaian ini bukan untuk karunia keselamatan kita, melainkan untuk pahala kita, yang melayakkan kita menghadiri pesta nikah Anak Allah. Pakaian kedua adalah Roh Kudus di dalam diri kita. Jubah ini sebenarnya adalah Kristus yang berdasarkan dia kita hidup dan yang kita ekspresikan. Ini adalah Kristus yang terekspresi melalui kehidupan kita sehari-hari. Inilah yang disebut perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus dalam Wahyu 19:8.

Wahyu 3:4-5, 18 juga menyinggung tentang pakaian kedua. Dalam 3:4-5 Tuhan memberi tahu gereja di Sardis, "Ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih." Pakaian di sini adalah untuk pesta nikah. Dalam 3:18 Tuhan menyuruh gereja di Laodikia membeli dari Dia "pakaian putih". Jadi, Kitab Wahyu menekankan pakaian kedua. Kalau kita tidak mempunyai pakaian ini, kita tidak akan dapat menghadiri pesta nikah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Wahyu, Buku 4, Berita 54

14 August 2017

Wahyu - Minggu 28 Senin



Pembacaan Alkitab: Why. 19:1-10
Doa baca: Why. 19:7
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.


Setelah Allah menghakimi semua perkara negatif yang tercantum dalam pasal 16, 17 dan 18, tibalah pernikahan dan pesta nikah Anak Domba (19:5-10). Konsepsi ini bukan konsepi agamawi. Siapa yang pernah berpikir bahwa Penebus juga perlu menikah. Yohanes Pembaptis menyebut Kristus sebagai Mempelai Laki-laki (Yoh. 3:29). Injil Yohanes jelas mewahyukan Kristus sebagai Mempelai Laki-laki yang datang untuk mempersunting mempelai perempuan-Nya. Tujuan Kristus bukanlah menghapus dosa, melainkan ingin mendapatkan mempelai perempuan. Dalam Kitab Wahyu yang juga ditulis oleh Rasul Yohanes, kita nampak bahwa Kristus, Penebus kita, adalah Anak Domba, juga Mempelai Laki-laki yang akan datang. Jadi, kalau Dia adalah Mempelai Laki-laki, Dia pasti menikah.

Pernikahan Anak Domba akan merupakan pernikahan universal yaitu pernikahan Penebus dengan orang tebusan-Nya. Pada akhir Alkitab kita nampak sebuah kota, yaitu Yerusalem Baru. Kota ini adalah istri (21:2, 9-10) dan Allah Penebus adalah Suaminya. Posisi kita adalah mempelai perempuan dan posisi Kristus yang akan datang adalah Mempelai Laki-laki. Di bumi, kita dipersiapkan menjadi mempelai perempuan untuk menyambut Dia. Di takhta, di langit ketiga, Dia dipersiapkan menjadi Mempelai Laki-laki untuk menjemput kita. Jadi, Dia datang sebagai Mempelai Laki-laki, dan kita pergi sebagai mempelai perempuan. Pertemuan antara Mempelai Laki-laki dengan mempelai perempuan ini bukan terjadi di surga atau di bumi, melainkan di angkasa. Ketika kita bertemu dengan Dia di angkasa, kita akan menikah.

Pernikahan Anak Domba akan berlangsung sesudah Babel besar dibinasakan (19:1-4). Di alam semesta ini tidak hanya ada seorang mempelai perempuan yang murni dan suci, tetapi juga ada yang palsu yaitu pelacur besar. Bahkan sebagian dari mempelai perempuan ada yang ditawan oleh pelacur itu dan terlibat dengannya. Situasi hari ini sangatlah ruwet. Alkitab menghakimi pelacur itu, dan kita juga menghakiminya, tetapi di dalam pelacur itu terlibat banyak orang Kristen yang sejati. Banyak di antara mereka lebih rajin mencari Tuhan daripada mereka yang di denominasi. Karena situasinya begitu kacau, visi kita harus jelas. Kita harus tahu, di mana seharusnya kita berada dan jangan melibatkan diri kita dengan yang tiruan yaitu pelacur itu.

Kita hidup di hari-hari yang kompleks dan kacau. Mempelai perempuan dan tiruannya ada di sini. Kelihatannya pelacur itu lebih unggul daripada mempelai perempuan. Mempelai perempuan seperti sebatang rumput kecil, dan pelacur itu seperti sebatang pohon besar (Mat. 13:31-32). Kalau Anda hanya melihat penampilan luarnya, Anda pasti disesatkan dan diselewengkan. Kebanyakan orang Kristen sulit membedakan kedua hal itu. Penampilan luar keduanya itu sama, yaitu emas, mutiara dan permata. Mereka sama-sama mempunyai sesuatu yang berasal dari Allah, sesuatu dari Kristus, dan sesuatu dari Alkitab. Tetapi dalam pemulihan Tuhan hari ini, visi ini jelas, dan terang juga cemerlang. Terang ini dapat menyingkapkan dan membedakan. Bersandarkan terang dalam pemulihan Tuhan kita tahu apa yang sejati dan apa yang palsu, kita tahu apa itu mempelai perempuan dan apa itu pelacur, dan kita dengan mudah dapat membedakan yang satu dengan yang lain. Haleluya! Kita dalam mempelai perempuan, dan tidak ada sangkut-pautnya dengan pelacur itu! Pula kita tahu, suatu hari Tuhan akan turun tangan menghakimi pelacur itu. Sebab itu, pernikahan Tuhan akan berlangsung setelah pelacur itu dibinasakan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Wahyu, Buku 4, Berita 54