27 February 2017

Wahyu - Minggu 4 Senin



Pembacaan Alkitab: Why. 1:9
Doa baca: Why. 1:9
Aku, Yohanes, saudara seiman yang ikut serta dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus.


Kitab Wahyu tersusun dengan sangat menakjubkan. Sungguh bermakna, ayat 9 ditulis setelah 1:7, yang menyebutkan kedatangan Tuhan. Ini menunjukkan, jika kita adalah orang-orang yang berjaga-jaga menantikan kedatangan kembali Tuhan, kita pasti adalah orang-orang yang ikut serta (mengambil bagian) dalam kesusahan, kerajaan, dan ketekunan Yesus, bukan dalam berkat yang di luar.

Ungkapan "dalam Yesus" menjelaskan kata-kata kesusahan, kerajaan, dan ketekunan, dan kita harus baik-baik memperhatikannya. Hal ini memberi tahu kita bahwa jika kita adalah orang-orang yang menantikan kedatangan-Nya kembali, kita pasti adalah orang-orang yang berbagian dalam kesusahan, kerajaan, dan ketekunan "dalam Yesus." Sewaktu kita berbicara tentang keselamatan, anugerah, kenikmatan, dan semua perkara yang baik, kita mengatakan bahwa kita berada "dalam Kristus", karena ungkapan ini mengacu kepada segala perkara yang positif dalam keselamatan Allah. Tetapi mengatakan kita berbagian dalam kesusahan, kerajaan, dan ketekunan dalam Yesus berarti kita menderita.

Sewaktu Yesus hidup di bumi sebagai seorang manusia, Ia terus-menerus menderita. Menurut fakta dalam hidup-Nya, nama-Nya, Yesus, mengacu kepada Juruselamat yang banyak menderita dan mengalami sengsara (Yes. 53:3). Karena itu, bila kita mengatakan bahwa kita berada dalam Kristus, berarti kita telah beroleh selamat, menikmati anugerah Allah, berdamai dengan Allah, dan berada di bawah berkat Allah. Tetapi bila kita berkata bahwa kita berbagian dalam kesusahan, kerajaan, dan ketekunan "dalam Yesus", berarti kita menderita dan dianiaya sewaktu kita mengikuti Yesus, orang Nazaret itu. Dalam Kitab Wahyu, ungkapan "dalam Kristus" tidak digunakan. Sebaliknya, dalam Surat Efesus, istilah "dalam Kristus" atau "dalam Dia" dipakai berkali-kali, bahkan ditemukan di setiap pasal dalam Surat Kiriman itu. Kitab Wahyu adalah untuk orang-orang yang menderita kesusahan "dalam Yesus", berarti mereka yang menantikan kedatangan Tuhan Yesus pastilah orang-orang yang menderita kesusahan dalam Yesus. Dengan kata lain, mereka yang menantikan kedatangan kembali Tuhan adalah orang-orang yang menderita. Dalam pandangan Allah, kita adalah pengikut-pengikut Kristus, tetapi dalam pandangan orang banyak, terutama agama, kita adalah pengikut-pengikut Yesus.

Sekarang giliran kita yang mengalami penganiayaan ini. Selama saya bersama Saudara Watchman Nee di China, saya melihat betapa sering ia dianiaya oleh agama. Desas-desus, tentangan, dan kecaman datang silih berganti, bukan dari orang-orang kafir, melainkan dari kalangan kekristenan; bahkan dari beberapa misionaris. Iblis itu licik. Dunia sekuler menentang kita tidak sebanyak yang dilakukan para agamawan. Kebanyakan orang Kristen telah mengira agama itu suatu hal yang baik, tetapi nyatanya di sini agama diperalat Iblis. Jika Anda membaca Kitab Galatia, Anda akan melihat betapa hebatnya Paulus menganiaya gereja ketika ia masih berada dalam agama Yahudi. Galatia 1 menampakkan bahwa agama menentang Kristus dan Kristus berlawanan dengan agama. Jika kita bekerja sama dengan agama, maka akan timbul suatu damai yang kompromis. Tetapi bagaimanakah kita dapat bergandengan dengan agama? Agama begitu licik dan palsu, adalah tiruan ekonomi Allah. Setiap orang yang nampak bahwa agama adalah tiruan ekonomi Allah, pasti akan mengecamnya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Wahyu, Buku 1, Berita 6

25 February 2017

Wahyu - Minggu 3 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Why. 22:12, 20
Doa baca: Why. 22:20
Ia yang bersaksi tentang semuanya ini, berfirman, "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!


Seperti telah kita ketahui, di aspek rahasia dari kedatangan-Nya kembali, Kristus akan datang seperti seorang pencuri. Tetapi di aspek terbuka, Ia akan datang dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya agar dilihat oleh semua suku bangsa di bumi (1:7; Mat. 24:27, 30). Tuhan akan terlihat sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat.

Di satu pihak, hari dan jam kedatangan Tuhan di aspek rahasia tidak kita ketahui (Mat. 24:36), di pihak lain kedatangan-Nya di aspek kedua jelas diwahyukan, yaitu pada saat sangkakala terakhir (sangkakala ketujuh), pada akhir kesusahan besar (18:1; Mat. 24:15, 21, 27; 1 Tes. 4:16; 1 Kor. 15:52; 2 Tes. 2:1-4, 8). Menurut Daniel 9:27, Antikristus akan membuat suatu perjanjian dengan bangsa Israel selama tujuh tahun. Di tengah-tengah masa tujuh tahun itu, ia akan melanggar perjanjian itu dan mulai menganiaya orang-orang Yahudi. Antikristus secara mutlak akan menentang Allah dan akan membuat dirinya sebagai Allah, menaruh patung dirinya di dalam Bait Allah dan memaksa orang-orang menyembahnya. Dalam pandangan Allah, keadaan yang demikian itu merupakan kekejian yang akan menyebabkan kerusakan yang hebat. Seperti diwahyukan Matius 24:21, hal ini akan menjadi tanda dimulainya kesusahan besar. Tuhan Yesus akan meninggalkan takhta-Nya di surga dan turun ke angkasa sebelum kesusahan besar. Dari sana, menjelang akhir kesusahan besar, Ia akan datang secara terbuka ke bumi.

Sewaktu Kristus datang secara terbuka dari angkasa ke bumi, Antikristus akan mencoba memusnahkan seluruh bangsa Israel. Untuk maksud itu, Antikristus akan menghimpun pasukannya ke suatu tempat yang disebut Harmagedon (16:16). Bangsa Israel akan dikepung oleh pasukan Antikristus sehingga tak ada jalan untuk melarikan diri. Pada saat itu, ketika menemui jalan buntu, Tuhan akan menampakkan diri seperti kilatan cahaya dan menjejakkan kaki-Nya di atas Bukit Zaitun (Za. 14:4). Sebelumnya, bangsa Israel tidak mau percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi ancaman dari pasukan Antikristus itu akan memaksa mereka bertobat. Sewaktu Tuhan Yesus menjejakkan kaki-Nya di Bukit Zaitun, bukit itu akan terbelah menjadi dua. Hal itu akan menyebabkan terbukanya jalan untuk melarikan diri bagi orang-orang Yahudi yang dianiaya dan yang kemudian bertobat, menangis, dan mengakui apa yang telah mereka perbuat ketika menyalibkan Tuhan.

Ketika Tuhan Yesus datang secara terbuka, Ia akan datang dengan kaum saleh pemenang untuk berperang melawan Antikristus dan tentaranya di Harmagedon (19:11-21; 17:13-14; 16:12-16; Za. 14:3, 5; 2 Tes. 2:8). Hal itu mengacu kepada memeras anggur murka Allah (19:15; 14:18-20). Dalam pandangan Allah, semua pasukan di bumi seperti buah anggur, dan Harmagedon akan menjadi kilangan anggur yang besar. Kemudian Tuhan akan turun untuk menginjak kilangan anggur Allah itu, dan dari kilangan itu mengalir darah. Itu akan terjadi pada saat kedatangan Tuhan secara terbuka untuk mengakhiri kekuatan seluruh dunia. Setelah itu, tidak ada lagi perang di bumi ini.

Dalam semua berita ini kita tidak hanya memperhatikan suatu ajaran dan doktrin tentang apa yang disebut kedatangan kali kedua. Kita mempelajari keinginan hati Tuhan, yaitu memperoleh sekelompok pemenang yang setiap hari berjaga-jaga dan menunggu kedatangan-Nya kembali.



Sumber: Pelajaran-Hayat Wahyu, Buku 1, Berita 5

24 February 2017

Wahyu - Minggu 3 Jumat

Pembacaan Alkitab: Why. 2:28
Doa baca: Why. 2:28
Dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur.


Tempat kedatangan Tuhan yang rahasia akan berada dalam awan di angkasa (10:1; 1 Tes. 4:17). Awan ada hubungannya dengan kedatangan kembali Tuhan. Kristus pergi ke surga di atas awan, dan Ia akan balik ke bumi dengan cara yang sama (Kis. 1:9, 11; Mat. 26:64; Why. 14:14). Kedatangan Tuhan di atas awan juga memiliki dua aspek. Yang pertama, Tuhan akan datang dalam awan. Itu berarti Ia akan datang secara tersembunyi dalam awan. Yang kedua, Ia akan datang di atas awan. Sewaktu Ia datang dalam awan, Ia tidak datang ke bumi, melainkan hanya di angkasa. Wahyu 10:1 mewahyukan bahwa Tuhan akan turun dari surga dengan berselubung awan, menunjukkan bahwa Ia akan terselubung oleh awan. Kristus sekarang berada di atas takhta di langit ketiga. Bila saatnya tiba, Bapa akan mengutus-Nya dari takhta di surga ke awan di angkasa. Sebelum Ia meninggalkan takhta di surga, beberapa pemenang akan diangkat ke takhta. Dalam Wahyu 14 kita nampak buah sulung di atas Bukit Sion di surga. Bukit Sion di surga adalah tempat Allah berada, yaitu di langit tingkat ketiga; bukan di angkasa. Adanya buah bungar di bukit Sion di surga membuktikan bahwa sebagian dari para pemenang awal akan diangkat ke langit tingkat ketiga sebelum kedatangan kembali Kristus secara rahasia itu. Setelah para pemenang awal ini diangkat, Kristus akan turun dari takhta ke angkasa dalam awan secara rahasia.

Ketika berada di angkasa, Tuhan Yesus akan melakukan banyak perkara. Yang terutama, Ia akan mengambil kaum beriman yang masih belum terangkat. Ketika berada di angkasa, Ia akan mengangkat orang-orang Kristen yang telah menempuh kesusahan besar. Satu Tesalonika 4:17 mengatakan bahwa mereka yang masih hidup, yang masih tinggal, akan diangkat menjumpai Tuhan di angkasa. Kemudian, di angkasa, Kristus akan mendirikan takhta penghakiman-Nya. Penghakiman itu bukan untuk orang-orang berdosa, melainkan untuk semua orang yang telah beroleh selamat, dan penghakiman itu bukan bersangkut-paut dengan keselamatan atau kebinasaan, tetapi menyangkut beroleh pahala atau penghukuman. Setelah penghakiman itu dilaksanakan, sebagian orang saleh akan dipilih untuk menerima pahala.

Menurut Alkitab, Allah melaksanakan dua macam pemilihan atas diri kita. Pertama, Ia memilih kita sebelum dunia dijadikan dalam kekekalan yang lampau (Ef. 1:4); kedua, setelah datang ke angkasa dan mengangkat semua orang saleh ke angkasa, Tuhan akan mengadakan pemilihan yang kedua. Pemilihan yang pertama dalam kekekalan yang lampau adalah untuk keselamatan, sedangkan pemilihan yang kedua di angkasa, di takhta penghakiman Kristus adalah untuk memperoleh pahala. Kita semua telah dipilih untuk memperoleh keselamatan, tetapi apakah kita akan menerima pahala tergantung pada pemilihan yang kedua di takhta penghakiman Kristus. Orang-orang yang beroleh selamat yang tidak lulus dalam penghakiman itu akan ditaruh ke suatu tempat untuk menerima pendisiplinan. Lalu Kristus akan membawa orang-orang yang lulus ke bumi sebagai pasukan-Nya. Pada saat itu, Ia tidak lagi berada dalam awan, melainkan di atas awan. 

Kedatangan Kristus secara rahasia akan menjadi satu pahala bagi kaum beriman yang berjaga-jaga (2:28; Mat. 24:42, 44). Wahyu 2:28 mengatakan bahwa Kristus akan menampakkan diri sebagai bintang timu. Jika Anda ingin melihat bintang timur, Anda harus bangun pagi-pagi sekali. Tuhan berjanji, jika kita berjaga-jaga dan menantikan kedatangan-Nya, Ia akan menampakkan diri kepada kita sebagai bintang timur. Inilah janji pahala.


Sumber: Pelajaran-Hayat Wahyu, Buku 1, Berita 5

23 February 2017

Wahyu - Minggu 3 Kamis

Pembacaan Alkitab: Why. 3:3
Doa baca: Why. 3:3
Karena itu, ingatlah apa yang telah kauterima dan dengar; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu kapan saatnya Aku tiba-tiba datang kepadamu.


Kebanyakan orang Kristen berpendapat bahwa Kitab Wahyu merupakan kitab tentang kedatangan kembali Kristus. Berpendapat seperti ini mutlak benar, karena Kitab Wahyu memang mengungkapkan kedatangan kembali Kristus. Akan tetapi, selama bertahun-tahun, orang-orang Kristen belum jelas tentang kedatangan kembali Tuhan. Karena ketidakjelasan itu, timbullah banyak perselisihan dan perdebatan tentang hal ini. Wahyu tentang kedatangan kembali Tuhan tidak sederhana; sebaliknya sangat rumit dan memiliki beberapa aspek. Karena itu, kebanyakan orang Kristen sulit memahami perkara kedatangan kembali Tuhan secara tuntas.

Kembalinya Kristus sedikitnya mempunyai dua aspek -- pertama, sebelum kesusahan besar; dan kedua, setelah kesusahan besar. Selain itu, peneliti Alkitab itu juga menemukan bahwa terangkatnya kaum saleh akan terjadi lebih dari dua tahap. Itu berarti, sebagian kaum saleh akan diangkat sebelum kesusahan besar dan sebagian lagi setelah kesusahan besar.

Dalam Injil Matius maupun Kitab Wahyu, kita nampak aspek rahasia dari kedatangan kembali Kristus. Wahyu 3:3 dan 16:15 memberi tahu kita bahwa Kristus akan datang seperti seorang pencuri, sebab itu kita harus berjaga-jaga. Tidak seorang pencuri pun yang datang secara terbuka atau mengumumkan kedatangannya. Seperti yang telah kita tunjukkan dalam berita sebelumnya, sewaktu Tuhan datang seperti seorang pencuri, Ia akan mencuri barang-barang yang berharga. Dalam Matius 24:40-41, Tuhan berbicara tentang kedatangan-Nya yang rahasia. Tuhan Yesus sungguh bijaksana, Ia memakai dua saudara di ladang dan dua saudari memutar batu giling sebagai ilustrasi. Kelihatannya kedua saudara itu sama dan kedua saudari itu pun sama. Tetapi tiba-tiba salah seorang dari antara kedua saudara itu dan salah seorang dari antara kedua saudari itu diangkat. Sewaktu kita bekerja, tanpa kita sangka, Kristus tiba-tiba datang, dan beberapa orang di antara kita akan terangkat. Karena Ia datang bagaikan pencuri, kita harus berjaga-jaga.

Waktu kedatangan Tuhan yang rahasia tidak kita ketahui (3:3; Mat. 24:36, 42; 25:13). Sewaktu Kristus datang kembali, Ia akan datang sebagai Seorang Utusan. Karena itu, dalam Kitab Wahyu Ia disebut Malaikat, Yang diutus oleh Allah. Dalam kedatangan-Nya kembali, seperti dalam kedatangan-Nya yang pertama, Kristus akan datang sebagai Utusan Allah. Itulah sebabnya hanya Bapa yang tahu waktu kedatangan Kristus yang rahasia (Mat. 24:36; Mark. 13:32). Bapa adalah Pengutus dan Putra adalah Utusan. Hanya Pengutus, bukan Utusan, yang mengetahui waktunya.



Sumber: Pelajaran-Hayat Wahyu, Buku 1, Berita 5

22 February 2017

Wahyu - Minggu 3 Rabu

Pembacaan Alkitab: Why. 1:18
Doa baca: Why. 1:18
Dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.


Putra adalah Yang Awal dan Yang Akhir (1:17; 2:8; 22:13), Yang Pertama dan Yang Terkemudian (22:13), serta Alfa dan Omega (22:13). Karena Kristus adalah Alfa dan Omega, yaitu huruf pertama dan terakhir dalam abjad Yunani, berarti Ia adalah setiap huruf dalam abjad itu. Yang awal dan yang akhir hanya menunjukkan yang pertama dan yang terakhir tanpa menunjukkan permulaan atau akhir. Untuk menjadi Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Anda harus mengambil tindakan tertentu. Kristus bukan saja Yang Awal, tetapi juga Yang Pertama, yang pertama dari ekonomi Allah dan pekerjaan Allah. Pekerjaan Allah dimulai dan diakhiri dengan Kristus. Kristus juga adalah isi dan kelanjutan pekerjaan Allah, karena Ia bukan hanya Yang Pertama dan Yang Terkemudian, tetapi juga Alfa dan Omega. Dengan kata lain, Putra, Yesus Kristus, adalah segala sesuatu. Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Pertama dan Yang Terkemudian dari pekerjaan Allah, dan isi serta kelanjutan dari pekerjaan Allah. Karena huruf Yunani dari Alfa sampai Omega meliputi semua huruf dalam abjad Yunani, kita boleh mengatakan bahwa Kristus adalah setiap huruf yang bisa kita pakai untuk menyusun kata-kata, kalimat, alinea, pasal, dan kitab. Haleluya. Ia adalah segala sesuatu.

Putra juga adalah Amin (3:14). Istilah Amin mempunyai berbagai arti: realitas, ya, jadilah, dan sebagainya. Sebagai Amin, Ia mempunyai arti yang lebih banyak daripada yang bisa kita utarakan. Bila kita mengatakan, "Amin," berarti kita berseru, "O, Tuhan Yesus." Baiklah kita semua belajar mengatakan, "Amin!"

Putra adalah tunas dan keturunan Daud (5:5; 22:16). Ini berarti Ia adalah akar juga cabang Daud. Sekali lagi, di sini kita melihat Kristus adalah segala sesuatu. Sebagai akar, Ia adalah Yang Awal, Pertama, Alfa; dan sebagai cabang, Ia adalah Yang Akhir, Terkemudian, dan Omega. Seperti yang telah kita tunjukkan dalam berita sebelumnya, Kristus, Putra, adalah Singa dari suku Yehuda (5:5) dan Anak Domba (5:6; 21:23; 22:1). Ia adalah Singa-Anak Domba. Terhadap musuh, Ia adalah Singa; terhadap kita, kaum tebusan, Ia adalah Anak Domba yang terkasih, yang indah.

Dalam 22:16 kita nampak bahwa Putra adalah bintang timur. Dalam Maleakhi 4:2, Ia diwahyukan sebagai matahari, tetapi di sini Ia diwahyukan sebagai bintang timur. Sebagai matahari, Ia terutama dikaitkan dengan umat manusia di bumi, tetapi sebagai bintang timur, Ia dikaitkan dengan kaum beriman yang berjaga-jaga menantikan-Nya. Terhadap orang-orang yang berjaga-jaga dan menantikan kembali-Nya, Tuhan akan menampilkan diri sebagai bintang timur. Sekalipun saya ingin melihat-Nya sebagai matahari, tetapi sekarang saya menantikan-Nya untuk melihat-Nya sebagai bintang timur. Kita semua mengasihi-Nya sebagai bintang timur, dan Ia akan menampakkan diri kepada kita secara demikian.

Terakhir, Kristus adalah Malaikat lain (7:2; 8:3; 10:1; 18:1) yang diutus Allah untuk melaksanakan amanat Allah. Dalam Perjanjian Lama, Kristus berulang-ulang disebut sebagai Malaikat TUHAN (Kej. 22:11-12; Kel. 3:2-6; Hak. 6:11-24; Za. 1:11-12; 2:8-11; 3:1-7), datang untuk memelihara umat Allah bagi penggenapan rencana-Nya. Sekarang, dalam kitab ini Ia adalah Malaikat lain yang diutus Allah untuk melaksanakan tujuan Allah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Wahyu, Buku 1, Berita 4

21 February 2017

Wahyu - Minggu 3 Selasa



Pembacaan Alkitab: Why. 5:6
Doa baca: Why. 5:6
Lalu aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: Itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.


Ketujuh Roh Allah adalah ketujuh mata Anak Domba (5:6; Za. 3:9; 4:10). Mata adalah untuk pergerakan. Dalam pergerakan Allah hari ini, Kristus sebagai Anak Domba Allah mempunyai tujuh mata. Ketujuh mata Anak Domba juga untuk mengamati, melihat, dan menyalurkan. Bila Kristus memandang kita dengan ketujuh mata-Nya, mula-mula kita akan merasa ngeri. Namun, akhirnya ketujuh mata itu akan mengalirkan unsur Kristus ke dalam kita.

Ketujuh mata itu juga adalah ketujuh obor yang menyala-nyala di hadapan takhta Allah (4:5; Za. 4:2). Kristus melaksanakan administrasi Allah melalui bersinarnya ketujuh obor itu. Demikian pula dalam gereja hari ini. Bila Kristus melihat dan memeriksa kita, Ia menyinari kita dan melaksanakan administrasi Allah.

Ketujuh Roh Allah telah diutus ke seluruh bumi (5:6). Ke mana pun kita pergi, ketujuh mata itu akan mengikuti kita. Sebenarnya, mereka mendahului kita dan menunggu kita di tempat tujuan kita. Hari ini Roh itu telah diutus ke seluruh bumi. Kini Ia memenuhi setiap ujung bumi ini. Itulah Roh Allah Tritunggal yang ajaib itu.

Setelah mempelajari Kitab Wahyu berulang-ulang, saya menemukan bahwa kitab ini memuat dua puluh enam butir tentang apa adanya Putra. Baiklah kita sekarang dengan ringkas membahas satu per satu kedua puluh enam aspek Kristus yang terdapat dalam Kitab Wahyu.

Putra adalah Yesus Kristus. Yesus adalah Yehova Juruselamat; dan Kristus adalah Yang diurapi Allah untuk melaksanakan ekonomi Allah. Putra adalah Saksi yang setia (1:5; 3:14). Ia adalah Saksi Allah. Sekalipun Ia adalah Allah, Ia juga adalah Saksi Allah. Tanpa Dia, kita tidak akan dapat memahami, melihat, atau memperoleh Allah. Allah dipersaksikan oleh-Nya.

Putra adalah yang Pertama bangkit dari antara orang mati (1:5). Dalam alam semesta, Allah mempunyai dua penciptaan: penciptaan oleh pekerjaan-Nya yang pertama dan penciptaan oleh pekerjaan-Nya yang kedua. Pekerjaan Allah yang kedua adalah kebangkitan. Pertama-tama, Allah menciptakan semua benda yang ada; kedua, Ia membangkitkan sebagian dari segala yang ada ini dan membawa mereka ke dalam suatu ruang lingkup yang lain, yaitu ruang lingkup kebangkitan. Sementara tubuh kita tetap berada dalam penciptaan Allah yang pertama, roh kita berada dalam penciptaan-Nya yang kedua. Roh kita telah dilahirkan kembali. Ini berarti roh kita telah diciptakan kembali. Karena itu, roh kita milik ciptaan Allah yang kedua. Dalam kedua penciptaan Allah, Kristus adalah yang pertama. Kolose 1:15 mengatakan bahwa Kristus adalah yang sulung di antara semua ciptaan, dan dalam Wahyu 1:5 dikatakan bahwa Ia adalah yang pertama bangkit dari antara orang mati. Ia yang pertama dibangkitkan dari antara orang mati, dan kita akan mengikuti-Nya. Dalam penciptaan Allah yang pertama ada suatu permulaan, dan dalam penciptaan Allah yang kedua, dalam kebangkitan, juga ada satu permulaan yang lain. Sewaktu kita dilahirkan kembali, kita mengalami satu permulaan baru dalam penciptaan Allah yang kedua.


Sumber: Pelajaran-Hayat Wahyu, Buku 1, Berita 4